Lebak,  Banten – Efek banjir yang begitu dahsayat dimana  4 Kecamatan dan 12 Desa terkena dampak yang parah, dan  hal itu  membuat Relabaik terus memberikan bantuannya. Setelah tim  yang berasal dari Banten memberikan bantuan pertama maka disusul kembali oleh Relabaik yang berasal dari Tambun Bekasi. Beranggotakan 3 orang mereka membawa bantuan amanah dari para donatur.

Mobil  Suzuki  APV yang berangkat dari Tambun  pada Hari , Ahad ( 12/01/20 ) sekitar pukul 11.30 WIB dan telah sampai lokasi sekitar 02.30 WIB dinihari, dengan membawa bantuan seperti beras 2 kuintal yang di serahkan oleh Bapak Tujiman yang berasal dari Lembaga MCA ( Meraih Cinta Allah ) lalu mie 4 dus, Popok bayi , baju layak pakai dan makanan kering ditambah nasi box sejumlah 100 buah.

Sesampainya di lokasi tim bergabung dengan relawan yang sudah ada seperti SAR FKAM juga Muslim Bersaudara dan banyak lembaga lainnya.  Semenjak pukul 06.00 WIB relawan sudah mulai melakukan kegiatan bantuan  dan yang dilakukan ialah

  1. Membuka dapur umum bersama Muslim Bersaudara dimana ia membantu dalam mempacking makanan dan juga membagikan kepada warga
  2. Assesment wilayah yaitu pengecekan wilayah mana saja yang masih terkena dampak banjir dimana Relabaik ikut menyelusuri jalanan bekas terkena hempasan banjir, terlihat dari foto jembatan yang rusak hancur.
  3. Membagikan sembako : Amanah dari donatur di pagi harinya langsung dibagikan tercatat beberapa keluarga telah menerima paket terutama bahan pokok beras dan popok juga diberikan kepada warga yang memiliki anak kecil.
  4. Malam harinya Relawan juga mengikuti pengajian

Hasil observasi wilayah terkena dampak banjir di Lebak,Banten seperti yang dilaporkan oleh Lutfi Iskandar ,ketua tim relawan yang berangkat dari Tambun  Bekasi, dimana beliau turut terjun langsung ke lapangan.

Daerah yang terisolir akibat banjir ialah  Kp. Rawa Julang, Kp. Cinyiru, Kp. Somang dan para pengungsi berada diwilayah yang di koordinir oleh Lembaga Dompet Dhuafa,” ungkpanya

Beliau lalu menambahkan bahwa ada ”  Ada 111 KK yang berjumlah 450 orang jiwa dan kebutuhan mereka ialah Huntara atau rumah tetap dan kemungkinan mereka tidak akan kembali ke rumah lamanya karena telah hancur total dan masuk dalam zona bahaya,” tambah beliau

Dan tim dari  Relabaik dari Tambun Bekasi pun  pulang pada Rabu sore dan ekpedisi bantuan selanjutnya akan di teruskan oleh Relabaik dari Tangerang.